Duh, Warga Sagalaherang Sering Rasakan Getaran Gempa, Berharap Pihak Terkait Lakukan Investigasi

KOTASUBANG.com, Sagalaherang – Warga masyarakat desa Cicadas, Sagalaherang dan sekitarnya mengaku sering merasakan getaran gempa dalam beberapa bulan terakhir. Gempa terakhir dirasakan warga Jumat (1/9/2017) kemarin. Getaran gempa skala kecil tersebut terasa hingga sebagian wilayah Ciater dan Sagalaherang.

Suryati, warga desa Cicadas mengaku merasakan gempa sejak bulan Juli lalu. Menurutnya beberapa kali getaran gempa tersebut dirasakan cukup kencang.

“Bahkan pernah dalam satu hari terasa beberapakali getaran gempa,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ade, yang tinggal di daerah Gudang Garam, Desa Sagalaherang Kaler. Beberapa kali dirinya dan warga sekitarnya mengaku merasakan getaran gempa. Demikian juga dengan Uneng, warga Tengger Agung, Desa Sagalaherang Kidul merasakan hal yang sama.

Warga masyarakat ini mengaku cukup resah, melalui media sosial sebagian warga memohon pihak terkait untuk segera melakukan investigasi mengenai penyebab terjadinya rangkaian gempa tersebut. Seperti yang ditulis pemilik akun Facebook Elie Barra Firdaus,

“Minggu2 kemaren gempa di daerah cicadas hampir tiap hari bahkan sehari pernah 3 kali gempa, berapa hari yg lalu juga gempa dan tadi terjadi lagi dengan getaran yg sangat tinggi, warga bertanya2 ada apa ini sebenarnya knapa hanya daerah cicadas, panaruban, ciater…ada yg bilang tangkuban perahu kembali aktif, ada juga yg bilang munculnya kawah baru didalamnya, dan itu isu yg berkembang sementara sampai saat ini blm ada konfirmasi dan informasi apapun dari pihak2 terkait shingga masyarakat kembali resah dengan adanya gempa tadi siang yg begitu kencang, adakah yg bisa mnjelaskan secara ilmiah???” tulisnya.

“Telah terjadi getaran gempa lagi di Cicadas Sagalaherang, mohon pihak terkait untuk menyelidiki dr mana asalnya! Sebab sering terjadi,” tulis pemilik akun Facebook Suryati Mulqi.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai peristiwa ini. Sebagian warga menduga rangkaian gempa skala kecil ini terkait aktivitas gunung Tangkubanparahu.