Seniman Subang Mang Ayi Diminta Lantunkan Pantun Buhun Setiap Pagi di Purwakarta

KOTASUBANG.com, Subang – Kabupaten Subang patut berbangga, karena Subang memiliki seorang seniman pantun buhun yang handal dan tak ada duanya di Jawa Barat. Hal itu disampaikan Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi pada gelaran Budaya Ciri Sanagri Cara Sadesa yang digelar di kantor Desa Karanghegar, Kecamatan Pabuaran, Subang, Jumat malam (7/7/2017).

Pemantun tersebut adalah Mang Ayi. Karena kepiawaiannya berpantun sambil memetik kecapi tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memintanya untuk berpantun di pendopo Purwakarta setiap pagi pada hari-hari tertentu setiap minggunya.

“Purwakarta memiliki jaringan sound system yang bisa menjangkau hingga radius 5 km, nanti pantun bisa dimainkan setelah pembacaan ayat suci Alquran di sana,” kata Dedi.

Menurut Dedi Pantun merupakan kesenian tingkat tinggi, tidak semua orang bisa melakukannya. Karenanya Dedi juga meminta Mang Ayi untuk membuat Paguron untuk mengajarkan seni pantun kepada generasi muda sehingga tidak punah.

Sok, dari sekarang buat paguron pantun, saya janji kasi gaji Rp. 3.000.000,- tiap bulan,” ujar Dedi.

Dalam kesempatan tersebut Dedi juga memberikan sejumlah uang kepada Mang Ayi seusai penampilannya.

“Dari Bu Imas (Bupati Subang) sudah dikasih uang belum? sok minta mumpung Bu Imas ada di sini” ujar Dedi sambil bercanda.

“Belum, baru di kasih piagam kemarin,” ujar Mang Ayi sambil malu-malu menuju kursi Bupati Subang menuruti perintah Dedi.

Selain memapilkan kesenian pantun gelaran budaya tersebut juga menampilkan berbagai kesenian lainnya seperti wayang golek, gembyung, tutunggulan dan tarian Nyi Pohaci. (baca juga : Mang Ayi, Pelestari Pantun Buhun)