Menjelang Lebaran Warga Cisalak Jualan Kulit Ketupat

ketupat lebaran Beberapa hari terakhir, warga Kampung Leuwinutug, Desa Cisalak Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang tengah sibuk membuat kulit ketupat. Selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri, banyak di antara mereka yang membuat kulit ketupat untuk dijual.

Misalnya, Hasan (30) warga setempat. Setiap ada waktu luang, dia langsung menganyam daun kelapa muda dan membentuknya menjadi kulit ketupat. ”Warga disini sudah biasa buat sendiri kulit ketupat untuk lebaran, jadi gak perlu beli. Bahan bakunya juga ngambil sendiri,” ujarnya.

Menurutnya setiap menjelang lebaran sudah menjadi tradisi, perempuan atau ibu-ibu sibuk memasak, prianya bikin kulit ketupat mulai H-3 atau H-2 baik orang tua,anak muda di Desa Cisalak membuat kulit ketupat.

Hampir semua warga disini bisa membuat sendiri kulit ketupat, anak-anak maupun dewasa. Malahan banyak juga yang membuatnya untuk dijual.

Biasanya para pemuda disini memanfaatkan idul fitri untuk mengais rezeki musiman. Mereka berjualan kulit ketupat Ke Pusat Perbelanjan di Kota Subang, seperti dilakukan Jamal,(29) berserta rekan lainya.

Dia sudah berjualan sejak H-4 kemarin, setiap hari rutin membawa daun kelapa muda dan membikin serta menjualnya di pasar pujasera Subang. “Pembelit mulai ramai tiga hari menjelang Lebaran. Semakin mendekati lebaran, semakin banyak yang beli,” katanya.

Berjualan kulit ketupat, walaupun keuntungannya tidak besar, tetapi cukup membantu tambahan keuangan. Satu buah kulit ketupat dijual dengan harga Rp 400, biasanya dijual dengan per ikat sepuluh buah. Pada Lebaran tahun lalu, Jamal beserta rekan lainya sanggup membuat 2.000 kulit ketupat dan semuanya habis terjual. Dengan harga jual masih sama, bisa mendapat keuntungan perhari Rp 350.000. (PR)