Serangan Wereng Coklat di Subang Mengganas, Ancam Stok Beras Nasional

KOTASUBANG.com, Subang – Ribuan hektare tanaman padi di daerah Cipunagara dan sekitarnya gagal panen akibat serangan virus yang ditularkan oleh wereng coklat. Penyebaran virus ini jika dibiarkan akan semakin meluas dan akan mengancam ketersediaan pangan nasional. Selain di Subang, di Jawa Barat serangan serupa juga terjadi di Indramayu dan Karawang yang merupakan lumbung padi nasional. Hal serupa juga terjadi di beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini diungkapkan oleh Deni Nurhadiansyah petani asal Subang, yang juga alumni IPB seusai acara peluncuruan reaksi cepat tanggap pengendalian Wereng Coklat di lapangan tahun 2017 yang diselnggarakan di kampus IPB, Darmaga, Bogor, Selasa (13/6/2017).

Deni mengungkapkan, selain akan berdampak pada stok pangan nasional,  kegagalan panen di Subang juga akan berdampak secara sosial. Karena menurutnya petani jika sudah empat kali gagal panen, tapi masih menanam dan gagal lagi, banyak keluarga yang bercerai karena hasil pertanian tidak menguntungkan.

“Sudah dipastikan, kalau tiga kali sudah gagal panen, nanam lagi untuk keempat dan kelima kalinya. Tapi gagal lagi, banyak istri gugat cerai suaminya dan memilih jadi TKW,” kata dia.

Karenanya Deni menyambut baik peluncuruan reaksi cepat tanggap pengendalian Wereng Coklat oleh Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, IPB ini.

“IPB memang harus semakin dekat dengan petani dan menjadi jembatan pengetahuan antara ilmuwan dengan petani,” ujar pengurus Himpunan Alumni IPB Subang ini.

FGD, reaksi cepat penanganan serangan wereng coklat di kampus IPB Dramaga, Selasa (13/6/2017)

Wereng coklat merupakan hama endemik untuk tanaman padi di Indonesia yang sudah ada sejak tahun 70 an. Menurut catatan Klinik Tanaman IPB, keberadaan wereng terlihat sejak revolusi hijau hingga kini. Ledakan wereng cokelat terbesar tercatat tahun 1974-1975, 1986, 1998, dan 2010-2011 dan tahun 2017 bisa jadi kembali terjadi ledakan besar.

Menurut dosen dan peneliti hama di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB Hermanu Triwidodo, wereng cokelat memiliki tingkat serangan yang membahayakan. Pengalaman outbreak wereng bisa menyebabkan kegagalan panen hingga 100 persen. Besarnya ancaman kegagalan panen bisa berimbas pada berkurangnya stok beras nasional.

Karenanya, sebagai bentuk kontribusi IPB dalam  memberikan  reaksi cepat (quick response)  terhadap masalah ini para peneliti IPB menggagas kegiatan Reaksi Cepat Tanggap Pengendalian Wereng Coklat ini.

Kepala LPPM IPB, Prastowo mengungkapkan IPB mempunyai sumberdaya berupa  teknologi, kepakaran, mahasiswa dan jaringan untuk bekontribusi dalam memecahkan ledakan hama tersebut

“Oleh karenanya kegiatan ini menjadi sangat penting dilakukan ditengah pengabaian oleh para pihak” tegasnya.

Tim reaksi cepat penanganan serangan wereng coklat, seusai peluncuran tim reaksi cepat di kampus IPB Dramaga, Selasa (13/6/2017)

Kegiatan ini sudah dimulai sejak tanggal 9 sampai 11 Juni lalu, dimana sekitar 350 mahasiswa dan dosen telah terjun ke lapangan melakukan riset tentang hama wereng ini.

Selain itu, akan digelar pula klinik tanaman sehat bebas wereng cokelat yang akan ditempatkan di 5 titik serangan wereng coklat yaitu Jawa Barat (Subang), Jawa Tengah (Kebumen), Jawa Timur (Bojonegoro), Banten (Pandeglang), dan Lampung (Lampung Timur). Klinik tanaman ini direncanakan dilakukan mulai Juni sampai Agustus 2017.

Foto Header : Tanaman padi terkena serangan wereng coklat (dok. BBPadi)