Gus Candra Malik Tebarkan Pesan Damai di Sanggar Ringkang Nonoman Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Tokoh sufi, sastrawan, wartawan dan penyanyi lagu reliji, Candra Malik, Kamis malam (8/6/2017) menyapa penggemarnya di Subang. Dalam gelaran acara bertajuk “Begadang Inshomniyah” yang diselenggarakan di Sanggar Seni Ringkang Nonoman tersebut, Gus Candra menebarkan pesan damai melalui karya-karyanya. Dirinya mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan perdamaian di Indonesia.

“Mari kita jaga Ke-Indonesiaan dan Ke-Nusantaraan kita dengan berkesenian, kembali bersusastra, kembali berbahagia dengan adat istiadat, tradisi dan kebudayaannya sendiri. Hidupkan kembali budaya gotong royong dan saling membantu sesama,” ungkapnya.

Apalagi Subang menurutnya merupakan salah satu pusat peradaban di nusantara, bukti-bukti sejarahnya semakin banyak ditemukan saat ini. Dirinya berharap, masyarakat Subang bisa mengembalikan hal ini, dengan cara terus berkesenian dan menjaga tradisi dan budayanya.

Aktifis budaya Subang, Yan Suryanata menyambut baik adanya event tersebut. Menurutnya event seperti ini sangat penting dimana kita dapat belajar bagaimana secara efektif memposisikan seni sebagai media penyampai pesan kerukunan antar umat beragama. Selain itu dengan datangnya Gus Candra Malik, kita bisa bertukar gagasan dan informasi terkait kegentingan model apa yang sedang terjadi daerah lain terkait budaya-agama-kerukunan antar umat beragama dalam kerangka merajut keutuhan NKRI.

“Dari diskusi singkat seusai acara tadi, kita garis bawahi, bahwa kondusifitas  kerukunan antara umat beragama dan antar umat seagama salah satunya ditentukan oleh kualitas pemimpin di daerahnya dengan dibekali wawasan kebangsaan yang luas. Di Subang ini menjadi penting mengingat akan segera memasuki tahun-tahun politik di 2018,” ungkapnya.

Pembina sanggar Ringkang Nonoman, Nandang Kusnandar juga menyambut baik kedatangan Gus Candra dan menebarkan pesan damai dari  sanggar Ringkang Nonoman. Menurutnya, Hakekat seni adalah keindahan, mengambil peran cahaya dalam memancarkan kebaikan dan dampak manfaat pada setiap insan. Apabila hakekat energi seni ini dikelola dalam ranah sosial, tentunya dengan semangat berbasis orientasi hasil yang menumbuhkan keindahan, jauh dari sikap dan tindakan ketidakindahan, alhasil kita meyakini, sikap-sikap dan tindakan-tindakan kebaikan, akan muncul dengan sendirinya.

“Munculnya sikap ketauladanan, inilah salah satu indikator suksesnya pengintegrasian masyarakat. Apabila semua elemen umat menumbuhkembangkan semangat hakekat seni yang berorientasi menciptakan sikap dan tindakan keindahan, seyogyanya rasa optimis mewujudkan negeri ini sebagai negeri Baldatun toyibatun warobun gopur akan optimis pula terwujud. Semua umat akan fokus pada bagaimana mewujudkan keindahan pada setiap wujud langkah hidup berkeyakinannya, alhasil terindah adalah, sebuah refleksi kerukunan umat berbasis keindahan hidup dan keyakinan” papar Nandang.