Ada Macan di Hutan Cileat ??

KOTASUBANG.com, Cisalak – Senja mulai meredup ketika kami tiba di kampung Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Rabu (24/5/2017). Selesai memarkirkan kendaraan, kami langsung bergegas naik karena hari mulai gelap.Tujuan pertama kami adalah lokasi camp di Cimuncang Pasir tempat kami bermalam.

Memasuki jalan setapak di dalam hutan hari sudah gelap. Suasana menjadi sepi, suara-suara burung segera tergantikan dengan suara serangga malam di dalam hutan. Hanya suara burung hantu yang sesekali terdengar. Serangga-serangga malam mengikuti cahaya lampu senter yang kami gunakan.

Kami harus berjalan ekstra hati-hati, karena jalanan sempit dan sebagian berbatu dengan jurang di salah satu sisinya. Bahkan di beberapa titik terlihat bekas longsoran. Dibantu penerangan dari senter kami menyusuri jalan setapak. Sesekali kami beristirahat setelah melewati tanjakan demi tanjakan di dalam hutan. Tiga buah curug yang kami lewati juga kami jadikan tempat istirahat, meskipun urugnya sendiri tak terlihat karena gelap.

Dalam perjalanan kemudian kami terpisah-pisah, sebagian berjalan mendahului karena harus medirikan tenda. Sementara yang staminanya kurang baik harus rela tertinggal jauh. Sementara saya kemudian harus berjalan berdua saja karena juga cukup tertinggal. (baca juga : Terjebak Kabut di Hutan Jamuju Puncak Curug Cileat)

Camping di Cimuncang Pasir

Berjalan berdua di dalam lorong pepohonan rimbun hutan merupakan sensasi tersendiri. Cukup menguji adrenalin. Antara waspada dan menaklukan rasa takut. Dan yang menegangkan, saya sempat mendengar suara geraman seperti suara macan tak jauh dari lokasi kami berjalan. Namun saya hanya bisa mengabaikannya dan mempercepat langkah untuk menghidari bahaya dari apapun pemilik suara tersebut. Dan setelah melewati perjalanan menegangkan sekitar 1.5 jam akhirnya kami tiba di lokasi camp dan segera mendirikan tenda. (baca juga : Bermalam di Cimuncang Pasir, Curug Cileat)

Selesai mendirikan tenda kegiatan dilanjutkan dengan acara makan bersama. Meski dengan dengan lauk seadanya, rasa lelah dalam perjalanan membuat makanan yang disantap terasa nikmat.

Cakaran macan di hutan Cileat – Sanggara

Acara kemudian diisi dengan obrolan santai membicarakan pengalaman perjalanan yang baru saja dilewati. Bahkan, sebagian ada yang menceritakan pengalaman mistis yang dialami. Dan dari cerita kawan yang lain, ternyata bukan saya saja yang sempat mendengar suara geraman tersebut, ada juga kawan lain yang sempat mendengarnya. Menurut penuturan kawan, bahwa waktu peralihan senja ke malam hari merupakan waktu beralihnya segala mahluk, antara yang pulang ke sarangnya atau bagi hewan malam waktu tersebut merupakan waktu keluar sarang untuk mencari mangsa. Hal yang perlu dilakukan ketika perjalanan malam di dalam hutan adalah dengan membuat suara gaduh dan membawa obor api untuk menakuti hewan buas. (baca juga : 7 Hal yang Mungkin Tak Anda Ketahui tentang Curug Cileat)

Panjang cakaran macan di hutan Cileat-Sanggara

Peta sebaran Harimau Jawa. Puluhan tahun lalu, Subang Selatan menjadi salah satu habitatnya. Belakangan hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada jejak harimau jawa di beberapa lokasi di pulau Jawa.

Menurut keterangan, hutan sekitar Cileat memang merupakan habitat owa jawa, surili, elang jawa dan macan tutul. Namun jangan khawatir, habitat asli macan tutul tersebut sebenarnya jauh di dalam hutan. Dani Afgani dalam penelitiannya sekitar tahun 2008 di hutan sekitar Cileat-Sanggara sempat beberapa kali menemukan bekas cakaran macan di pepohonan. Cakaran tersebut diperkirakan bekas cakaran macan tutul (Panthera). Selain habitat macan tutul, dahulu hutan Subang selatan juga merupakan habitat macan belang (harimau jawa) yang saat ini sudah dinyatakan punah.

Eria Erecta. Salah satu tumbuhan di hutan Cileat

Selain kaya akan fauna, hutan sekitar Gunung Ipis, Gunung Canggah, Cileat juga merupakan habitat berbagai flora yang unik mulai dari kantung semar hingga berbagai jenis anggrek hutan yang langka. Dengan berbagai kekayaan flora dan fauna yang dimiliki hutan sekitar Cileat, pengunjung diharapkan bisa turut menjaga kelestariannya diantaranya dengan tidak mebuang sampah di dalam hutan. (Baca juga : Subhanallah !!, Indahnya Pelangi Pagi di Curug Cileat)