Upaya Pembubaran Workshop HIMPAUDI oleh Disdikbud, Kado Pahit Hardiknas Bagi Guru PAUD

KOTASUBANG.com, Subang – “Huuuu….huuu… huuuu…..!!!” teriakan ratusan guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI menyoraki utusan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang yang berupaya membubarkan acara workshop dan mengancam tidak akan mencairkan Bantuan Opersional Pendidikan (BOP) karena mengikuti acara workshop yang diselenggarakan oleh PD HIMPAUDI Kabupaten Subang di Aula PGRI Kecamatan Pagaden, Sabtu (29/4/2017).

“Ibu-ibu silahkan ambil lagi proposal BOP-nya” ujar salah seorang utusan Disdikbud.

“Ini namanya mengancam kami pak!” teriak beberapa guru PAUD.

Acara yang semula berjalan lancar tersebut tiba-tiba menjadi riuh ketika tiga orang utusan Disdikbud Kabupaten Subang mendatangi lokasi acara.

Ketiga orang yang diutus itu merupakan Penilik dari Kecamatan Cikaum, Pagaden dan Pagaden Barat tersebut terus menjelaskan mengenai pembubaran acara HIMPAUDI ditengah sorakan guru-guru PAUD.

Menurut Penilik dari Kecamatan Cikaum Toto, pihaknya telah diutus oleh Kepala Disdikbud melalui Kabid PAUD. Pembubaran harus dilakukan karena acara tersebut tidak sesuai prosedur.

“Kita harus membubarkan acara ini karena tidak menempuh prosedur yang berlaku. Ini merupakan perintah pak Kabid PAUD dan Kepala Dinas,” kata Toto seperti dikutip dari Mediajabar.com di Aula PGRI Pagaden.

“Kita tidak mengancam, pembubaran ini merupakan intruksi dari dinas, kita cuma disuruh. Intinya acara ini tidak ada koordinasi dulu dengan dinas,” tegas Toto.

Toto bersama penilik dari Kecamatan Cikaum H. Oding dan penilik dari Kecamatan Pagaden Barat Ade Yanto langsung meninggalkan aula PGRI Pagaden usai didatangi sejumlah awak media.

Sambil berlalu, penilik dari Kecamatan Cikaum H. Oding, mengatakan acara sudah bisa dilanjutkan asalkan memenuhi persyaratan dari dinas.

Ratusan guru PAUD tersebut tak bergeming atas upaya pembubaran tersebut dan tidak peduli ancaman yang dilontarkan. Mereka kemudian tetap antusias mengikuti worksop hingga usai.

Menurut ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Subang H. Ade Mulyana, upaya pembubaran kegiatan workshop ini merupakan kado pahit yang diberikan Disdikbud Subang kepada guru-guru PAUD menjelang Hardiknas 2 Mei mendatang. Ade mengatakan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru PAUD sehingga sangat tidak berdasar jika dibubarkan oleh orang yang disuruh Kabid PAUD.

“Kita tegaskan prosedur sudah kita tempuh, persoalan aksi saja sudah menyampaikan pemberitahuan. Kita sudah tempuh semuanya,” katanya.

Kedepannya Ade akan mempertanyakan kejadian ini kepada dinas karena sudah melakukan pembubaran tanpa alasan yang jelas dan tanpa surat apapun.

“Bahkan ini ada kata-kata mengancam tidak akan mencairkan BOP. Inikan sudah sangat meresahkan guru-guru yang hadir,” katanya.

Dr. Mubiar Agustin selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengaku kaget, ketika tiba-tiba acara tersebut berupaya dibubarkan. Padahal menurutnya kegatan tersebut sangat bermanfaat bagi guru PAUD, terlihat pula dari antusiasme guru PAUD yang mengikutinya. Dirinya juga menyayangkan etika utusan Dinas dalam membubarkan kegiatan tersebut.

“Padahal etikanya, jika ada masalah bisa dibicarakan baik-baik dibelakang setelah acara ini usai, tidak langsung di depan ratusan guru-guru yang tengah bersemangat ini,” ujar Doktor dari UPI tersebut.

“Mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera diselesaikan, HIMPAUDI dan dinas adalah mitra semuanya saling mutualisme,” ungkapnya.

Acara Workshop dengan tema Kiat Sukses Menyiapkan Mengajar yang Menyenangkan dan Bermakna Bagi Anak ini sudah dilaksankan di wilayah Subang Selatan minggu lalu. Dan hari ini worksop tersebut diikuti oleh 270 guru PAUD yang merupakan perwakilan tiap lembaga dari PAUD 10 kecamatan di wilayah Subang bagian tengah.  Selanjutnya acara serupa akan digelar untuk 10 Kecamatan di Wilayah Subang Utara. (Baca juga : Ketua Pemuda Pancasila : Jangan Alihkan Insiden Pembubaran Workshop Pendidikan Jadi Sekedar Isu Surat Pemberitahuan Kegiatan)

Berita Terkait: