Buruh Purwasuka Ikuti Halqah Buruh Muslim

KOTASUBANG.com, Subang – Puluhan Buruh dari berbagai organisasi serikat buruh yang berasal dari wilayah Purwakarta, Subang dan Karawang, Minggu (9/4/2017) mengikuti acara Halqah Buruh Muslim di RM Raja Pindang, jalan Raya Galuh Mas, Karawang. Acara bertema “Selamatkan Buruh dan Pekerja Indonesia”ini diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Buruh dari Ormas Islam Hizbut Tahrir Indonesia. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Ust. Abu Hamzah (HTI) dan Ir. Widyanto Leksana (Praktisi dan Pengamat Perburuhan).

Dalam penyampainnya Ustadz Abu Hamzah menyatakan bahwa jika saja negara memperhatikan kesejahteraan rakyatnya maka akan dapat meminimalkan demonstrasi dan tuntutan-tuntutan dari para buruh, karena yang dituntut adalah seputar kesejahteraan.

“Oleh karena itu, Islam datang untuk menyelesaikan masalah tersebut. Syariah Islam diturunkan untuk diterapkan dan mewujudkan kesejahteraan. Secara praktis, Islam juga memiliki aturan teknis terkait hubungan antara pekerja (ajir) dan pemberi kerja (musta’jir),” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Abu Hamzah mengenalkan satu buku (kitab) yang ditulis oleh pendiri Hizbut Tahrir yang berjudul Sistem Ekonomi dalam Islam.

Sementara itu dalam paparannya Ir. Widyanto menyatakan bahwa penguasa saat ini dinilai tidak amanah. Menurutnya, janji-janji manis saat kampanye ternyata dalam tataran implementasi tidak dilaksanakan.

“Buruh pun banyak yang dirugikan karena ketidakamanahan ini. Contohnya seperti pengaturan UMR, jam kerja, jaminan kerja dan yang lainnya, yang semuanya membebani, merugikan, dan kurang berpihak pada buruh” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab yang interaktif dan dinamis, para peserta banyak mengajukan pertanyaan. Diantaranya dari Wira (FSPMI Subang) menanyakan tentang bagaimana mungkin model-model/ konsep-konsep yang mampu menyejahterakan tadi bisa diterapkan dalam sistem seperti ini. Muncul juga pertanyaan dari Ari (SPSI Karawang) bertanya tentang langkah terbaik apa yang harus dikakukan oleh buruh dalam menghadapi ketidakadilan yang terjadi. Peserta lain, Winarno, bertanya kiat-kiat apa yang harus dikakukan agar buruh bisa bersatu.

Ketua pelaksana Halqoh Buruh Muslim, Agus Indrayana, mengatakan tujuan acara ini adalah untuk mengubah mindset dan menyamakan visi perjuangan buruh. Selain itu, HTI ingin menawarkan solusi Islam terkait problematika perburuhan. Harapannya, buruh bisa bersatu dalam perjuangannya agar mampu mewujudkan kesejahteraan hakiki yang mereka harapkan.[rilis]

 

Berita Terkait: