Jalan Rusak, Bisa Jadi Ganjalan Petahana Menang Pilbup

Jalan Kalijati - Sukamandi 2 Tahun Tak Diperbaiki

Jalan Kalijati – Sukamandi 2 Tahun Tak Diperbaiki

Banyaknya infrastruktur jalan di Kabupaten Subang yang kondisinya rusak, akan jadi penghambat peluang calon bupati petahana memenangkan Pilbup Subang, September mendatang.

“Ada permasalahan mendasar di Subang ini yang benar-benar vital. Salah satunya infrastruktur jalan yang rusak dan pendidikan. Terutama jalan rusak, dan itu akan menjadi pengganjal calon petahana untuk bisa memenangkan Pilkada Subang,” ujar Pengamat Politik di Subang, Ahmad Koncara Jumat (2/8/2013).

Dia mengatakan, kondisi jalan rusak di hampir penjuru Subang, baik di daerah perkotaan hingga daerah pedalaman, akan dimanfaatkan pasangan calon lain yang menjadi rival dari calon petahana.

“Infrastruktur jalan ini di Subang ini, mau tidak mau, akan jadi alat untuk menjatuhkan reputasi calon incumbent dalam ajang politik seperti pilkada. Ini jadi hal yang substansial karena dari soal infrastruktur ini, akan berdampak pada pembangunan ekonomi di Subang sendiri,” ujarnya.

Bahkan dia menegaskan, jika masalahh infrastruktur ini dimanfaatkan oleh pasangan calon lain untuk menekan perolehan suara calon incumbent, bukan tidak mungkin perolehan suara calon petahana melorot.

“Bicara analisa, bisa jadi seperti itu jika pasangan calon lain memanfaatkan isu infrastruktur ini sebagai alat serang terhadap calon incumbent,” ujarnya.

Hal berbeda dikatakan oleh pengamat politik Ahmad Basyuni. Dia menilai, infrastruktur yang rendah akan jadi bumerang bagi calon petahana jika masyarakatnya cerdas.

“Masyarakat yang tingkat pendidikannya maju, calon incumbent ini akan sulit untuk memenangkan pertarungan dalam pilkada. Sebaliknya, jika masyarakat yang tingkat pendidikannya masih rendah, tentu kondisi infrastruktur jalan ini tidak akan mempengaruhi perolehan suara calon incumbent,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, Bupati Subang Ojang Sohandi yang juga calon petahana mengatakan kondisi jalan rusak di Kabupaten Subang, siapapun bupatinya, tidak akan bisa diperbaiki seluruhnya.

“Jalan di Subang adalah tanggung jawab bersama. Dengan anggaran Rp60 miliar untuk jalan, siapapun bupatinya, akan sulit untuk memperbaiki seluruh jalan di Kabupaten Subang yang memiliki panjang 1.050 Km. Maka dari itu, kita harus bekerja sama, bergotong royong untuk memperbaikinya,” ujar Ojang.

Dua tahun kepemimpinannya setelah menggantikan Eep Hidayat, Ojang mengaku minta maaf karena belum bisa berkontribusi banyak.

“Selama dua tahun ini, saya juga mohon maaf jika belum bisa beri kontribusi banyak. Tapi, saya selalu bersungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat semua,” pungkasnya. (Inilah)