Wow! Ribuan Warga Subang Pecahkan Rekor MURI Tangkap Ikan dengan Peserta Terbanyak

KOTASUBANG.com, Subang – Rekor MURI tangkap ikan tanpa alat dengan jumlah peserta terbanyak hari ini, Sabtu (1/4/2017) berhasil di pecahkan di Subang. Ribuan orang mengikuti acara yang diselenggarakan di saluran irigasi Leuwi Nangka, Werasari, Subang. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT Kabupaten Subang ke-69.

“Hari ini rekor MURI tangkap ikan dengan jumlah peserta terbanyak berhasil dipecahkan di Subang. Kami mencatat dari target sebelumnya dengan jumlah peserta 2500 orang, setelah kami hitung jumlah peserta tercatat lebih dari 2700 orang,” kata Triyono, perwakilan dari MURI ketika menyerahkan sertifikat kepada PLT Bupati Subang, Imas Aryumnigsih.

Sementara itu PLT Bupati Subang Imas Aryumningsih mengungkapkan bahwa rekor MURI ini bukan semata pencatatan rekor, lebih penting dari itu menurutnya dirinya berharap gerakan gemar makan ikan di Subang semakin memasyarakat.

“Biar generasi Subang pintar-pintar”, ujarnya.

Selain itu menururt Imas, digelarnya acara ini mengukuhkan Subang sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbanyak di Jawa Barat dengan kualitasnya yang terbaik.

Kabid Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Didin Mahpudin selaku penanggungjawab kegiatan tersebut bersyukur kegiatan ini telah sukses dilaksanakan meskipun dengan persiapan kurang dari satu minggu.

“Suksesnya acara ini ditandai dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa sehingga melebihi target peserta. Dari target 2500 setelah diverifikasi tim MURI jumlah peserta ternyata mencapai 2700 orang” jelasnya.

Tak lupa dirinya juga mengucapkan terima kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara tersebut termasuk juga kepada warga desa wisata Cibuluh Tanjungsiang meskipun kemudian pelaksanaan pemecahan rekor MURI dialihkan ke Leuwi Nangka. Dirinya juga memohon maaf atas segala kekurangan yang ada pada pelaksanaan pemecahan rekor MURI ini. Kekurangaan ini diantaranya terjadi karena persiapan yang sangat mepet.

Sebelumnya, pemecahan rekor MURI ini akan diselenggarakan di sungai Cipunagara, desa Cibuluh Tanjungsiang, namun karena menurut pengamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana lokasi tersebut kurang aman terkait kondisi cuaca, akhirnya seminggu sebelum pelaksanaan diputuskan lokasi pemecahan rekor MURI ini dipindahkan ke saluran irigasi Leuwi Nangka.

 

 

Berita Terkait: