H-5, Tak Ada Lagi PJU Mati di Jalur Mudik Subang

PJUDinas Tata Ruang, Pemukiman, dan Kebersihan (Distarkimsih) Kabupaten Subang menjamin PJU yang berada di jalur mudik, baik pantura, jalur tengah, maupun jalur selatan, pada H-5 Lebaran tidak ada yang mati.

“Setiap dua minggu sekali di jalur utama seperti di jalur Jalan Cagak, Ciater, Subang, Dawuan, Kalijati, Cipendeuy, dan lainnya, kami lakukan perawatan rutin,” kata Kepala Distarkimsih Subang, Sumasna, Kamis (1/7/2013).

Saat ini, tutur Sumasna, hanya ada tiga PJU yang mati. Di jalur tengah, tepatnya di Cipeundeuy hanya ada satu PJU yang mati. “Apalagi di jalur kebon karet Dawuan Subang, PJU-nya semuanya tidak ada yang mati,” paparnya.

Dari 8.000 PJU yang tersebar di Kabupaten Subang, menurut Sumasna, ada sekitar 30%-nya atau 2.400 yang mati. Sebagian besar, PJU yang mati itu berada di di pemukiman warga.

Salah satu kendala yang dihadapi Distarkimsih dalam melakukan perawatan PJU, katanya, adalah kurangnya mobil PJU yang dimiliki. “Saat ini kami baru memiliki 2 mobil PJU, satu mobil PJU karena belum ada serah terima jadi kita belum bisa menggunakanya,” paparnya.

Menurutnya, idelanya Subang memiliki enam mobil PJU. Apalagi, berdasarkan SOP-nya, petugas tidak diperkenankan memperbaiki PJU rusak manakala tidak mengunakan mobil PJU. “Tidak boleh petugas memperbaiki PJU dengan memanjat tanpa mengunakan mobil PJU,” katanya.

Selain itu, tambahnya, jika ada kerusakan PJU, petugas hanya memperbaiki dan tidak mengganti sparepart-nya dengan yang baru karena minim anggaran.

“Kalau perbaikan lalu diganti sparepart baru, akan menghabiskan anggaran Rp2 juta per PJU, maka kita saat ini hanya meperbaiki saja, makanya seriring kembali mati, hal itu karena anggaranya minim,” paparnya. (Inilah)