Dinamit Belum Ditemukan, Polisi Siaga Menjelang Lebaran

dinamit subangKapolri Jenderal Timur Pradopo telah memerintahkan kepala kepolisian daerah Jakarta dan Jawa Barat untuk meningkatkan keamanan menjelang Lebaran, setelah laporan tentang hilangnya 250 batang dinamit di Bogor, Jawa Barat akhir bualn lalu.

“Masalah ini telah menjadi kekhawatiran Kapolri. Oleh karena itu, kapolda telah diberi perintah untuk bekerja keras menyelesaikan kasus ini, “juru bicara Kepolisian Nasional Kombes. Agus Rianto mengatakan pada hari Senin.

Bahan peledak tersebut hilang pada tanggal 23 Juni saat dibawa dari Subang Jawa Barat ke sebuah gudang milik sebuah perusahaan pertambangan di Cigudeg, Bogor, Jawa Barat.

Timur juga telah memerintahkan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Suhardi Alius dan Kapolda Jakarta Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno untuk segera menemukan bahan peledak tersebut.

“Kepolisian Jakarta dan Polda Jawa Barat, dengan dukungan dari kepolisian, telah diperintahkan untuk terus melakukan operasi pencarian, meskipun mereka belum mendapatkan hasil yang signifikan. Kami berharap masyarakat dapat mendukung upaya kami dengan berbagi informasi apapun mengenai keberadaan bahan peledak tersebut, “tambah Agus.

Kegagalan polisi untuk menemukan bahan peledak telah membangkitkan kekhawatiran akan serangan teror menjelang Idul Fitri.

Negara ini telah menyaksikan sejumlah serangan dan ancaman selama bulan suci Ramadhan tahun ini.

Pada tanggal 17 Juli, dua pria tak dikenal mengendarai sepeda motor menembaki Polisi di Palu, Sulawesi Tengah. Tidak ada korban luka yang dilaporkan. Palu terletak sekitar 250 kilometer dari Kabupaten Poso, yang disebut-sebut basis Mujahidin Indonesia Timur, yang dipimpin oleh buronan teroris Santoso.

Pada tanggal 22 Juli, Densus 88 unit kontraterorisme polisi menyita bom dari empat orang, yang diduga terkait dengan Santoso di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Dua tersangka, Dayat dan Rizal, ditembak mati saat penggerebekan.

Keesokan harinya, dua penembakan terpisah terjadi di Pengadilan Negeri Gorontalo dan di tempat tinggal seorang hakim. Tidak ada korban dilaporkan dalam insiden itu.

Polisi belum menangkap pelaku penembakan di Palu dan Gorontalo.

Kombes Polisi Nanan Sukarna mengatakan sebelumnya bahwa personil pada semua tingkat telah disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan selama bulan Ramadhan.

“Kami berada dalam keadaaan siaga tinggi. Tapi saya percaya, jika mereka muslim yang taat, mereka tidak akan mencoba untuk mengganggu para pemudik dan polisi yang ditugaskan untuk menjaga perjalanan mereka, “katanya.

Sekitar 88.000 petugas disebarkan untuk mengamankan massa yang eksodus pulang untuk Idul Fitri.
Segera setelah Nanan membuat pernyataan, seorang pria bersenjata tak dikenal melepaskan tembakan kepada seorang polisi lalu lintas Insp. Patah Saktiyono, di Tangerang, Banten. Peluru bersarang di bagian kiri dadanya, hingga memembus jantung korban.

Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Rikwanto, menduga bahwa penembakan itu bisa saja dilator belakangi oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan petugas tersebut. (JakartaGlobe)