Plt Bupati Subang Setuju, Tugu Setum Diganti Replika Artefak Berusia Ribuan Tahun

KOTASUBANG.com, Subang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, telah merampungkan desain tugu yang akan menggantikan tugu setum yang berada di jalan KS Tubun depan Lembaga Pemasyarakatan dan gedung PLUT KUMKM Subang. Desain tersebut telah mendapat persetujuan dari Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih dan berharap akan segera diwujudkan.

“Saya sudah liat desainnya bagus, cocok. Saya setuju, karena ada nilai budaya dan historis. Jadi nanti tugu ini bisa menjadi ikon baru Subang,” kata Imas Aryumningsih, Rabu (22/2/2017).

Menurut Imas, tugu ini akan menjadi media untuk mensosialisasikan nilai-nilai budaya Subang kepada masyarakat sehingga dengan demikian masyarakat akan paham terhadap jati diri sebagai orang Subang.

Tugu yang akan menjadi pengganti tugu setum tersebut berbentuk replika Bejana Perunggu yang merupakan salah satu benda peninggalan jaman prasejarah di Indonesia. Benda purbakala tersebut ditemukan di Kampung Tangkil, Desa Cinta Mekar, Kecamatan Serang Panjang, Subang tahun 2007 lalu. Artefak purbakala tersebut merupakan peninggalan zaman perundagian. Di Indonesia zaman perundagian diperkirakan terjadi sekitar 2000 tahun Sebelum Masehi seperti halnya wilayah lainnya di Asia Tenggara.

Menurut Ahli prasejarah Drs. Lutfi Yondri, M. Hum, bejana perunggu merupakan benda yang mengandung arti sangat tinggi bagi pendukung kebudayaannya pada saat itu, karena dipercaya bahwa yang memiliki benda ini hanyalah orang-orang tertentu yang meiliki stratifikasi sosial yang sangat tinggi. (baca juga : Batik Purba, Simbol Bangkitnya Kejayaaan Subang)

Penemuan ini salah satunya membuktikan bahwa, masyarakat Kabupaten Subang pada saat itu telah masuk ke dalam lingkup peradaban yang tinggi. Bagi rentang perjalanan sejarah kabupaten Subang, penemuan bejana perunggu di wilayah ini, merefleksikan salah satu pencapaian puncak-puncak kebudayaan masyarakat Subang.

Ditemukannya bejana perunggu terbesar tersebut harus menjadi kebanggaan sekaligus pelecut semangat untuk masyarakat Subang untuk kembali mencapai puncak kejayaannya seperti tingginya peradaban Subang ribuan tahun yang lalu.

Sebelumnya corak pada bejana perunggu juga sudah dijadikan motif batik khas Subang dan sudah di-Perda-kan bersama motif batik Sisingaan dan Ganasan.

Kabid Budaya Disdikbud Kabupaten Subang, Didin Mahpudin mengatakan digantinya tugu setum menjadi tugu yang lebih bernilai budaya merupakan langkah awal untuk mensosialisasi nilai-nilai budaya kepada masyarakat. Selain tugu ini, pihaknya juga akan usulkan untuk membangun ikon-ikon budaya Subang di tempat-tempat umum lainnya.

Dipilihnya Replika Bejana Perunggu untuk menggantikan tugu setum telah melalui kajian dan memperhatikan usulan termasuk di media sosial. Menurutnya banyak juga yang mengusulkan untuk dibangun tugu sisingaan, nanas atau pun padi. Namun karena tugu-tugu tersebut sudah ada, maka dipilih lah ikon yang lain untuk menunjukkan kekayaan budaya Subang.

“Dan Tugu bejana Perunggu ini menunjukkan bahwa Subang kaya sejarah sekaligus budayanya,” pungkasnya.