Sedih!, Ini Perbandingan UMK Subang 2016 dengan Kabupaten Tetangga

KOTASUBANG.com, Subang – Buruh Subang tengah berkabung, nilai UMK yang ditetapkan Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) jauh dari harapan buruh. Depekab akhirnya mengeluarkan rekomendasi UMK Subang tahun 2016 senilai Rp 2.149.720. Hasil rapat Depekab tersebut juga menetapkan nilai UMK sektor 1 menjadi Rp. 2.226.655,-, sektor 2 menjadi Rp. 2.335.925,- dan sektor 3 menjadi Rp. 2.453.000,- Nilai tersebut jauh dari UMK Kabupaten tetangga seperti Purwakarta dan Karawang.

Di Karawang buruh bersuka cita, pasalnya nilai UMK Karawang sesuai dengan keinginan buruh. Dari atas mobil komando, Plt Bupati Karawang langsung mengumumkan besaran UMK Karawang. Untuk Upah minimum Kabupaten Karawang ditetapkan sebesar Rp. 3.330.505,-. Upah minimum Tekstil PT. Sandang kulit sebesar Rp. 3.332.735,-. Upah minimum kelompok Usaha 1 sebesar Rp. 3.623.750,-. Upah minimum kelompok usaha 2 sebesar Rp. 3.791.000,- dan upah minimum kelompok usaha 3 sebesar Rp. 4.001.00,-.

Sementara itu Kabupaten Purwakarta akhirnya menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) 2016 sebesar Rp 3 juta. Ada kenaikan 13 persen dari tahun sebelumnya, yang hanya Rp 2,6 juta. Selain menetapkan UMK, Pemda Purwakarta juga menetapkan besaran UMK untuk kelompok jenis usaha (KJU) yang terdiri dari empat KJU.

KJU 1 yang terdiri dari industri cat skala besar, alat kesehatan digital, welding electroda, injection moulding sebesar Rp 3.355.000,-. KJU 2 : terdiri dari industri rayon, viscose dan industri kemasan skala besar UMK sebesar Rp 3.680.000,-. Untuk KJU 3 : terdiri dari industri komponen otomotif, makanan dan minuman skala besar UMK 2016 : Rp 3.910.000,- sedangkan KJU 4 : untuk industri otomotif nilai UMK sebesar Rp 4 juta. Adapun untuk industri garmen, boneka, topi, pakaian kulit dan alas kaki besaran UMK 2016 adalah Rp 2.352.650,-.

Menurut perwakilan dari SPMKB, Dani Afgani, perbandingan nilai UMK yang terlalu jauh dari Kabupaten tetangga menunjukkan kebijakan Pemkab yang tidak memihak kepada warganya.

“Subang telah berkorban membuka daerahnya untuk industri dengan dampak sosial dan lingkunganya. Ketika juga mengorbankan dengan “menjual” warganya dengan upah murah, maka perlu dipertanyakan nurani  para pemangku kebijakan Kabupaten Subang,” ujarnya.

Mengacu pada UU pengupahan No 78, maka upah buruh Subang akan terus jauh tertinggal hingga 5 tahun ke depan, karena sesuai undang-undang tersebut, upah buruh hanya akan ditinjau ulang setiap 5 tahun sekali dengan kenaikan diperkirakan dikisaran 10 persen setiap tahunnya.

“Serikat buruh Subang sudah berupaya memperjuangkan hak upah layak, namun sayang, kami belum berhasil mengetuk nurani para pemangku kebijakan,” pungkasnya.

  • Mungkin salah satu penyebab subang kalah dalam UMK. Tanah tanah yg di jual ke orang luar negri bukan dr insonesia..
    Makanya pemilik sawah, kebun yang dibeli tanahnya untuk pabrik gak ikhlas..
    Makanya pabriknya pun banyak masalah..
    Saya sering pak.. mendengar jika kerja pabrik gak enak..