Pantura Subang Banjir (Lagi)

banjir pamanukan subangBanjir di Kabupaten Subang utara kembali meningkat akibat guyuran hujan yang terjadi sejak dua hari terakhir ini.

Anggota Satuan pelakasana penangulangan Becana dan Penaganan Pengungsi (Satlak PBP) Bencana Pemda Subang, Asep Setia Permana menyatakan beberapa wilayah pantura Subang, banjir kembali meningkat.

Adapun peningkatan banjir terjadi di Dusun Padek, Dusun Wanajaya, Desa Bobos dan Dusun Tegal Sari, Desa Legonwetan, dan Dusun Belendung Desa Tegalurung Kecamatan Legonkulon,

“Untuk di Kecamatan legonkulon penyebabnya selain tanggul Cipunagara kembali jebol, juga diakibatkan terjadinya rob kepermukiman air mencapai sekitar 50 cm dan 80 cm,” kata Asep, seraya mengatakan saat ini kali Cipunagara kembali naik di level TMA 500.

Untuk di Kecamatan Balanakan, ada tiga desa yang terendam yakni Desa Cilamaya Girang, Desa Cilamaya Hilir dan Desa Rawa Meneng ketinggian air mencapai 30-60 Cm. “Penyebabnya Sungai Cilamaya kembali Limpas meski demikan di desa tersebut belum ada yang mengungsi,” paparnya.

Adapun di Kecamatan Ciasem air sungai Ciasem kembali meluap yang mengakibatkan beberapa rumah kembali tergenang dengan ketinggian air sekitar 50 cm. “Warga tadi sempat ada yang ngungsi sekitar 15 KK di musala tapi sekarang sudah kembali ke rumahnya,” paparnya.

Asep menambahkan untuk di Kecamatan Suksari ketinggian air banjir meningkat di Desa Anggarari, Desa Batangsari,Desa Sukamaju, Mandalawangi dan Desa Sukasari yang paling banyak tergenang bukan rumah namun pesawahan. “Kejadian banjir kali ini tidak separah minggu kemarin,” paparnya.

Sementara itu banjir kembali meningkat di lima kampung, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan adapun lima kampung yang tergenang itu antara lain Kampung Gedung, Pamugas, Pintu, Baru dan Kampung Dukun ketingian air rata-rata mencapai 50-80 Cm.

“Banjir meningkat akibat guyuran hujan yang membuat kali Cigadung kembali meluap, kejadian itu terjadi sejak malam tadi,” ujar Camat Pamanukan Bambang Edi Purwanto saat dihubungi INILAH.COM

Akibatnya, warga kembali mengungsi, berdasarakan data yang diterima Bambang, ada 500 warga yang kembali mengungsi di bawah fly over Pamanukan, 250 orang di Masjid dan 150 pengunsi di Kantor Desa Mulyasari.

“Untuk air yang mengenangi jalan Pamanukan setinggi betis orang dewasa, meski demikan kendaraan masih bisa melewati jalan tersebut,” pungkasnya. (Inilah)