Subang Beatbox Clan

beatbox subang

Bisakah anda memainkan suara musik tanpa menggunakan alat musik?? Jawabnya bisa.

Inilah yang dilakukan oleh kumpulan remaja Subang yang tergabung dalam Subang Beatbox Clan. Mereka menekuni sebuah seni alternatif yang bernama beatbox.

Beatbox merupakan salah satu bentuk seni yang mengfokuskan diri dalam menghasilkan bunyi-bunyi ritmis dan ketukan drum, instrumen musik, maupun tiruan dari bunyi-bunyian lainnya, melalui alat-alat ucap manusia seperti mulut, lidah, bibir, dan rongga-rongga ucap lainnya. Orang yang melakukan beatboxing disebut beatboxer.

Kata beatbox mulai digunakan pada era 80-an, secara harfiah mengacu pada mesin drum generasi pertama, oleh sebab itu para beatboxer pada era tersebut sering dijuluki sebagai “Human Beat Box”. Kemudian, aliran musik alternatif ini semakin berkembang hingga ke penjuru dunia termasuk ke indonesia pada dekade 90-an. Perkembangan internet membuat beatbox semakin berkembang bukan saja di kota besar tapi hingga ke daerah.

Di Subang, beatbox mulai berkembang pada tahun 2011 dengan dibentuknya komunitas beatboxer Subang yang diberinama Subang Beatbox Clan. Awalnya Subang beatbox clan ini didirikan oleh 5 yang memiliki hoby nge-beatbox yaitu Iqbal, Anggi, Alfin, Linggar dan Al.

Iqbal, adalah pioneer berkembangnya beatbox di Subang. Terinspirasi dari idolanya Tito Gomez yang merupakan beatboxer di grup musik Fade 2 Black, ia kemudian belajar beatbox secara otodidak.

“Awalnya saya cuma belajar di youtube sama suka sharing sama beatboxer luar Subang,” tutur Iqbal.

Setelah kemampuannya dirasa cukup, Iqbal kemudian memberanikan diri tampil bersama temannya Anggi dalam acara Pekan Kreativitas Sekolah di SMKN 1 Subang dan saat itu ternyata responnya cukup baik.

“Dulu mah orang lain masih awan sama beatbox, tapi sekarang Alhamdulillah sudah sering dapat job sana-sini,” katanya menambahkan.

Lain lagi dengan Alfin, salah satu pendiri Subang Beatbox Clan ini bercerita, pada awalnya ia menyukai beatbox justru karena keunikannya.

“Beatbox kan dibunyikan lewat mulut, tetapi bisa menghasilkan bunyi-bunyian yang luar biasa, seperti piringan DJ itu bisa kita tiru bunyinya, bahkan bunyi alat musik juga dapat disatukan, seperti guitar bass dan ketukan drum, atau dapat menghasilkan bunyi lebih dari satu,” ungkapnya.

Ketika Alfin duduk di kelas 1 SMKN 1 Subang, ia melihat penampilan kakak kelasnya Anggi dan Iqbal di acara Pekan Kreativitas Sekolah, dari situ ia semakin tertarik untuk mempelajari beatbox.

“Dari situ saya kemudian bergabung bersama mereka, dan sepakat untuk membentuk komunitas Beatbox di Subang, jelasnya.

Sejak didirikan tanggal 11 Nopember 2011 Subang Beatbox Clan semakin berkembang. Kini anggotanya telah mencapai 50 orang, termasuk sebagian diantaranya adalah wanita. Hampir setiap minggu minggu komunitas ini kerap berkumpul di Waroeng Soebang Cantik di jalan Ade Irma Suryani untuk berlatih bersama dan sharing segala sesuatu tentang beatbox.

“Selain kumpul-kumpul kita juga suka melakukan hal yang Positif juga pastinya. Kita pernah ngadain acara bagi-bagi Takjil di bulan Ramadhan dan suka ikut berpartisipasi pada event-event yang diadain di Subang,” kata Eka, salah satu anggota beatbox clan Subang.

Meskipun komunitas ini belum genap 2 tahun, mereka sering diundang untuk mengisi acara di berbagai event seperti menjadi bintang tamu pada acara Pekan Kreativitas Siswa di Sekolah-sekolah, acara ulang tahun sebuah bank BUMN, acara musik dibeberapa radio di Subang, acara olahraga dan lain sebagainya.

Kebersamaan mereka dalam sebuah komunitas mulai membuahkan hasil. 3 orang anggotanya sekaligus pendiri Subang beatbox clan yaitu Alfin, Iqbal dan Anggi pernah meraih penghargaan dalam sebuah ajang yang diadakan oleh sebuah operator telepon selular. Selain itu, kini setiap penampilan mereka di-endorse oleh sebuah distro di Subang dan sebuah operator telepon selular.

Tak perlu bakat khusus untuk menjadi beatboxer. Menurut Iqbal, asalkan punya niat semua orang pasti bisa.

“Kebanyakan anak Subang Beatbox juga asalnya tidak bisa, tapi karena niat, Alhamdulillah beberapa kali kumpul sudah pada bisa,” pungkasnya.

Tertarik untuk mempelajarinya? Yuk, bergabung dengan Subang Beatbox Clan.

Subang Beatbox Clan

Twitter : @SubangBeatbox
Facebook : Subang Beatbox Clan
Email : [email protected],
Blog : subangbeatboxclan.blogspot.com