Banyak Yang Salah Kira, Inilah Sebenarnya Yang Disebut Curug Cijalu

Curug Cikondang Dari Kejuhan

Curug Cikondang Dari Kejuhan

Wana wisata Curug Cijalu yang terletak di Serang Panjang merupakan curug paling populer di Subang. Namun tahukah Anda mana yang disebut curug Cijalu?

Ada fakta menarik yang umumnya masyarakat tidak ketahui tentang Curug Cijalu. Menurut sebagian warga sekitar, sebenarnya curug utama yang biasanya dikunjungi wisatawan saat ini bukanlah curug Cijalu tetapi curug Cikondang. Curug Cijalu yang asli terletak di balik bukit sebelah timur dari curug Cikondang.

“Curug ini mah sebenarnya namanya curug Cikondang, yang namanya curug Cijalu mah adanya dibalik bukit ini.” kata Yayan, pedagang kopi di sana sambil menunjuk ke arah bukit.

Curug Cijalu yang asli jarang dikunjungi wisatawan karena letaknya yang tersembunyi dan medan yang lumayan berat untuk mencapainya.

“Kalau mau ke sana harus diantar, takut tersesat.” Yayan menambahkan.

Curug Cikondang, Wisatawan Lebih Mengenalnya dengan Curug Cijalu

Curug Cikondang, Wisatawan Lebih Mengenalnya dengan Curug Cijalu

Sabtu (5/10/2013) kotasubang.com mencoba mencapai curug Cijalu yang asli dengan ditemani Asep (45), seorang warga setempat.

Untuk mencapai curug Cijalu, kami harus berjalan kaki sekitar 1.5 km menyusuri aliran sungai melewati jalan setapak di tengah hutan. Karena jarang digunakan, jalan setapak ini kadang tak terlihat ditumbuhi semak belukar.

“Dulu saya bersama sekitar 50 orang pernah membuka jalan setapak menuju kesini. Tapi karena jarang dipakai ya hilang lagi.” kata Asep.

Dibeberapa bagian kami tidak bisa melewati jalan setapak, tetapi harus melalui aliran sungai melewati batu – batu di sungai. Batuan di sungai ini banyak yang ditumbuhi lumut dan sangat licin, sehingga kami harus ekstra hati-hati memilah batu yang akan dipijak. Tak mau ambil resiko terjatuh, akhirnya kami lebih sering turun langsung melewati aliran air sungai yang dangkal.

“Kalau musim hujan jadi sedikit berbahaya, kadang suka terjadi banjir bandang di aliran sungai ini,” tutur Asep sambil memandu kami.

Jamur Tumbuh Di Kayu-kayu Lapuk Yang Berserakan Di Aliran Anak Sungai Cilamaya

Jamur Tumbuh Di Kayu-kayu Lapuk Yang Berserakan Di Aliran Anak Sungai Cilamaya

Curug Kecil Di Aliran Anak Sungai Cilamaya

Curug Kecil Di Aliran Anak Sungai Cilamaya

Bagian paling berbahaya dalam perjalanan mencapai curug Cijalu adalah ketika kami harus melalui jalan setapak yang berada ditebing curam. Kami harus sedikit memanjat untuk melaluinya. Salah melangkah akan fatal akibatnya, di bawah kami adalah jurang yang di bagian dasarnya ada aliran sungai tadi.

Setelah 1 jam perjalanan, barulah kami sampai di curug Cijalu. Curug dengan ketinggian sekitar 100 meter ini terdapat pada sebuah tebing batu. Di bawahnya terdapat kolam dangkal yang menampung tumpahan air dari curug. Airnya sangat jernih dan bisa langsung diminum, karena menurut Asep airnya berasal dari kolam mata air yang berada di atas curug ini.

“Beda dengan curug Cikondang yang diatasnya masih berupa aliran sungai, kalau curug ini di atasnya langsung mata air.” Kata Asep.

Menurut Asep mata air yang berada di atas curug Cijalu merupakan salah satu hulu sungai Cilamaya. Di sekitar curug Cijalu terdapat beberapa curug lainnya, termasuk salah satu curugnya bernama curug Cilamaya. Aliran air dari Curug Cijalu, Cikondang dan Cilamaya kemudian menyatu dan membentuk sungai Cilamaya.

“Jadi sungai yang kita lewati tadi itu anak sungai Cilamaya,” Asep menambahkan.

Sungai Cilamaya yang memisahkan Kabupaten Subang dan Purwakarta ini kemudian akan mengalir ke utara melewati Kabupaten Karawang hingga akhirnya bermuara di laut Jawa. Sayang, air nya yang jenih di hulu kemudian menjadi kotor penuh polusi di hilirnya.

Curug Cijalu Yang Asli

Curug Cijalu Yang Asli