Berbagi Meski Dengan Sebungkus Nasi

Berbagi Meski Dengan Sebungkus Nasi

3 288

berbagi nasi subang

Pukul 22.00, bagi sebagian orang merupakan waktu untuk beristirahat. Tarik selimut, kemudian tidur di kasur yang nyaman. Namun, tidak demikian dengan Anto dan kawan-kawan. Setiap kamis menjelang tengah malam, mereka justru meninggalkan kenyamanan itu kemudian bergerilya untuk berbagi dengan sesama. Puluhan box nasi bungkus atau mereka menyebutnya “amunisi” telah dipersiapkan sejak sore untuk kemudian dibagikan pada tengah malam kepada orang yang membutuhkan.

Berbagi Nasi Subang, demikian nama komunitas atau aksi sosial ini. Terinspirasi oleh kegiatan serupa di kota lain yang dilihatnya di media sosial, Anto kemudian menggagas kegiatan serupa di kota Subang. Awalnya Ia melihat Time Line Twitter @berbaginasiID yang baru saja melakukan aksi pemeriksaan kesehatan gratis kepada para veteran di Subang, akhir Juni lalu.

“Di subang ada #berbaginasi kah?” akun @berbaginasiID menulis tweet.

Membaca tweet tersebut Anto kemudian mencari tahu di media sosial dan bertanya kepada berbagai pihak tentang kegiatan sosial tersebut di Subang. Namun setelah Ia cari tahu ternyata di Subang belum ada kegiatan tersebut.

New Picture (8)
Amunisi Dipersiapkan Sebelum Dibagikan
New Picture
Berdoa Sebelum Berbagi Nasi

“Saya baca kembali tweetnya @berbaginasiID, ternyata hampir di seluruh kota di Indonesia ada komunitas berbaginasi nya, cuma Subang yang belum ada” kata Anto.

Dari situ kemudian Anto memutuskan tanggal 4 Juli 2013 lalu untuk langsung melaksanakan aksi berbagi nasi bersama adiknya.

“Awalnya cuma 20 box “amunisi” dengan dana dari tabungan sendiri”, ungkap Anto

Hingga sekarang sudah lebih dari sepuluh orang yang kemudian menjadi “pejuang nasi”. Hampir setiap malam jumat gerakan ini tak pernah absen untuk berbagi. Mereka memutuskan halaman Bank Muamalat, Jalan Oto Iskandardinata menjadi meeting point kegiatan berbagi nasi. Setelah berkumpul sekitar pukul 22.00, kemudian para pejuang nasi membagi rute aksi. Sekitar pukul 23.00 mereka baru mulai berkeliling kota untuk berbagi nasi dengan yang membutuhkan.

Berbagi nasi sengaja memilih tengah malam untuk melancarkan aksinya. Menurut mereka wajah kemiskinan yang sesungguhnya akan terlihat di tengah malam. Saat itu akan terlihat saudara-saudara kita yang masih tidur beralas bumi dan beratapkan langit, seperti anak jalanan, gelandangan, pengemis, para tunawisma yang tidur di emperan toko. Selain itu target berbagi nasi adalah orang yang masih mau capek-capek bekerja di tengah malam seperti pemulung, tukang beca, tukang sampah dan lainnya.

berbagi nasi subang kotasubang.com
Berbagi Nasi dengan yang Membutuhkan
berbagi nasi subang kotasubang.com
Berbagi Nasi dengan Tuna Wisma
berbagi nasi subang
Berbagi Nasi dengan Pemulung
berbaginasi subang
Berbagi Nasi dengan Tukang Becak
berbagi nasi subang
Berbagi dengan Anak Panti Asuhan

Selain kegiatan utama berbaginasi di malam hari, pada bulan Ramadhan komunitas ini mengadakan berbagi Tajil, berbagi Sarung dan Mukena, juga berkunjung ke panti asuhan untuk berbagi rezeki. Intinya, komunitas ini ingin menyebarkan virus berbagi dengan yang membutuhkan.

Berbagi nasi adalah gerakan tanpa struktur organisasi yang rumit. Dalam komunitas ini tidak ada ketua dan anggota, semua orang sama. Siapapun yang mempunyai semangat berbagi dan ingin menjalin tali silaturahmi dapat bergabung dengan gerakan ini.

“Jadi jika ada yang ingin ikut berbagi nasi bisa datang saja saat kami berkumpul melaksanakan aksi , tiap hari kamis malam pukul 22.00 di depan Bank Muamalat Otista “, kata Anto

“Peserta bisa membawa nasi bungkus sesuai dengan kemampuan. Jika dirasa tidak mampu untuk membawa nasi bungkus, maka bawa badan, bantu kami membagikan nasi bungkus” Ia menambahkan.

Lebih lengkapnya syarat untuk yang mau bergabung adalah sebagai berikut :
1. Membawa nasi bungkus (jumlah sesuai kemampuan dan kesanggupan dan menu minimal sama dengan yang biasa dimakan sehari-hari), atau
2. Membawa badan untuk membantu membagikan nasi bungkus kepada orang yang berhak, atau
3. Membantu menyebarkan kegiatan berbagi nasi melalui media sosial seperti twitter, facebook, web www.berbaginasi.com dan lainnya, sehingga amunisi nasi bungkus dan tenaga partisipan menjadi bertambah banyak.
4. Donasi. Anda dapat melakukan donasi dengan cara transfer ke rekening berbagi nasi atau dengan menitip ke teman, atau dengan memberitahukan kepada para pejuang nasi untuk kemudian dijemput. Semua donasi akan dikumpulkan dan dibelikan nasi bungkus untuk dibagikan kepada yang berhak.

berbagi nasi subang
Para Pejuang Nasi Subang
berbagi nasi Subang
Para Pejuang Nasi Subang

Ke depan, berbagi nasi Subang berencana melaksanakan aksi berbagi nasi ke wilayah kecamatan-kecamatan di utara, barat, selatan dan timur Kabupaten Subang. Selain itu juga berencana melaksanakan berbagi sarapan di pagi hari.

“Doakan kami agar tetap konsisten berbagi”, pungkas Anto.

Gerakan berbagi nasi pada awalnya di mulai di Bandung usai Ramadhan tahun 2012 lalu. Adalah Danang Nugroho, Gus Arip, Abu Marlo, dan Azhar yang memulai gerakan ini dengan dana mereka pribadi. Tak disangka sejak itu virus berbagi kebaikan yang mereka gagas begitu cepat menyebar ke seluruh nusantara. Saat ini sudah lebih dari 40 kota di Indonesia yang menjalankan aksi berbagi nasi.

UNTUK BERBAGI ITU TIDAK HARUS MENUNGGU KAYA,
MARI KITA AJAK ORANG DI SEKELILINGMU UNTUK BERBUAT BAIK, WALAU HANYA DENGAN SEBUNGKUS NASI

Info Berbagi Nasi Subang:
A Prihartono : 0857 593 54445
T C Palupi : 087 828 321 602
Twitter : @berbaginasiSBG
Web : www.berbaginasi.com

3 COMMENTS

  1. Berbagi Nasi Subang juga ikut andil pada saat daerah Pantura mendapat musibah bencana banjir…
    Salut untuk BERBAGI NASI!!! Lanjutkan sikap mulia kalian…..

    #Salam buat kang ANTO ^^

Leave a Reply