Nikmati Secangkir Kopi di Atas Lautan Awan Bukit Pamoyanan Tanjungsiang

KOTASUBANG.com, Tanjungsiang – Hari sudah malam ketika KOTASUBANG.com dan teman-teman dari komunitas Bingkai Fotografi Subang tiba di bukit Pamoyanan, Desa Kawungluwuk, Tanjungsiang, Rabu (10/5/2017). Malam itu bertepatan dengan malam bulan purnama hari raya Waisak, sehingga suasana malam tak terlalu gelap. Setibanya di sana kami bergegas mendirikan tenda. Suasana terang bulan ini sangat membantu kami untuk membangun tenda.

Tak terlalu lama tenda sudah berdiri, saatnya kami makan malam. Menu makan malam sederhana sudah kami pesan sebelumnya dari warga desa Kawungluwuk. Meski hanya dengan menu sederhana, makanan terasa lezat dinikmati di bawah suasana bulan purnama sambil melihat pemandangan kerlap kerlip lampu nun jauh diperkampungan di bawah bukit.

Tak mau ketinggalan moment, sepanjang malam hanya kami habiskan dengan ngobrol panjang sambil menikmati kopi panas di depan api unggun sambil menunggu pagi. Sesekali moment kebersamaan ini kami abadikan dengan foto bersama.

Lewat tengah malam, suasana semakin dingin. Kabut tipis mulai terbentuk di bawah bukit. Kabut tersebut perlahan menutupi perkampungan di bawah bukit Pamoyanan. Semakin pagi kabut tersebut semakin tebal hingga menutupi seluruh perkampungan.

Pukul 05.00 yang tampak dibawah bukit Pamoyanan hanyalah kabut tebal yang membentuk lautan awan putih. Sesekali yang terlihat hanyalah ujung 2 buah tower GSM di kejauhan. Kerlap kerlip lampu dari rumah penduduk juga kadang terlihat dari balik kabut.

Sekira pukul 05.30 matahari mulai terlihat dari balik awan, sinarnya memancarkan warna jingga, membuat sebagian gumpalan-gumpalan awan putih terpapar sinar keemasan. Suasana begitu tenang, hanya suara alam yang terdengar diantara keindahan alam yang tersaji di depan mata.

Bayangkan, menikmati secangkir kopi sambil menikmati indahnya lukisan Sang Pencipta di atas lautan awan.

Setelah hari terang, barulah terlihat suasana di sekitar Bukit Pamoyanan. Di sebelah barat bukit terlihat gunung Canggah menjulang sementara nun jauh di sebelah timur terlihat gunung Tampomas di Sumedang.

Dalam obrolan dengan seorang warga sekitar terungkap, bahwa konon katanya Pamoyanan merupakan tempat “Moyan” (berjemur) macan pada masanya. Di mana puncak bukit yang relatif datar ini merupakan tempat merumput berbagai jenis hewan.

Dahulu tempat ini juga sudah pernah ditata termasuk sudah dibangun fasilitas MCK. Namun kemudian terbengkalai karena tidak ada yang mengelola. Saat ini dengan menggeliatnya pariwisata di Subang tempat ini akan dikelola kembali oleh Karang Taruna setempat dibawah kepemimpinan kang Yayat dengan nama obyek wisata Bukit Alam Endah Pamoyanan.

Aksesibilitas

Akses menuju bukit Pamoyanan dapat ditempuh melalui tugu nanas Jalancagak ke arah timur. Kemudian setelah SPBU Tanjungsiang dan sebelum pasar Tanjungsiang arahkan kendaraan menuju desa Kawungluwuk. Gerbang menuju desa Kawungluwuk dari arah barat berada di kanan jalan. Estimasi perjalanan dari Subang kota menuju desa Kawungluwuk memakan waktu sekira 1 jam perjalanan.

Parkirkan kendaraan di lokasi yang sudah ditentukan oleh Karang Taruna. Setelah melakukan pembayaran retribusi kepada Karang Taruna, dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekira 600 meter dengan kontur jalan menanjak. Retribusi saat ini (2017) sebesar Rp. 2000,- per orang dan penitipan motor Rp. 10.000,- per malam.

Yang perlu diperhatikan

  1. Lautan awan ini hanya akan terlihat pada waktu subuh hingga sekira pukul 07.30 WIB (tergantung cuaca) sehingga pengunjung harus camping terlebih dahulu untuk menikmati keindahan alam ini.
  2. Saat ini (Mei 2017) belum ada fasilitas MCK (sumber air belum ditata) di lokasi bukit pamoyanan, sehingga harus benar-benar difikirkan sebelum memutuskan camping di sana.
  3. Baiknya camping di bukit Pamoyanan ketika musim kemarau, untuk menghindari bahaya petir di musim hujan.
  4. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Karang Taruna setempat di No. HP 0852 1949 1829 (Kang Gabel)