Keren! Guru-guru SMA Diajak STIESA KKL ke Thailand Secara Gratis

KOTASUBANG.com, Thailand – Raut muka puas terpancar dari Wahidin, seorang guru BK dari SMAN 1 Pagaden yang ikut bersama rombongan KKL STIESA secara gratis. Sebanyak 2 orang Guru BK lainnya dari SMAN 2 Subang pun turut serta dengan biaya gratis. Guru-guru ini tentunya memanfaatkan betul kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk bia mengamati pembangunan di negeri tetangga untuk menjadi bahan ajar bagi para siswanya nanti.
“Hal ini merupakan bentuk kepedulian kampus bagi pengembangan wawasan para guru SMA dengan terlibat dalam program KKL sehingga diharapkan dapat membagi informasi/ilmu/pengetahuan yang didapatkan kepada siswa yang dididik dibangku SMA,” ujar Sekretaris Yayasan Sutaatmadja H. Daeng M Ma’mur.
Hal ini juga diamini juga oleh Ketua Yayasan Sutaatmadja, Itje Sjamsiar. Menurutnya, sejak dini mindset belajar dan softskills kepercayaan diri orang Subang harus dirubah dan dibimbing ke arah positif dan kompetitif.
KKL hari kedua (18/4/2017) STIESA di Thailand diisi dengan kunjungan ke sebuah Agrowisata di kawasan Rayong-Thailand Timur. Agrowisata perkebunan buah tersebut bernama Suphattra Land, yang diambil dari nama pendirinya yakni Suphattra, seorang pengusaha terkenal di Thailand ini. Didirikan pada tahun 1996, Agrowisata ini terdiri dari 2 bagian kebun. Masing-masing kebun luasnya 130 dan 160 hektar, terletak bersebrangan dan dipisahkan oleh jalan raya.
Setidaknya ada lebih dari 20 varietas buah unggulan, seperti mamuang (mangga), mang khut (manggis), thurian (durian), ngo (rambutan), chomphu (rose apple), sapodilla (sawo), lin chi(leci), dan farang (jambu) yang tumbuh subur sesuai musimnya. Sedangkan buah yang bisa dipanen sepanjang tahun, ada kluai (pisang), sapparot (nanas), khanun (nangka), taeng mo (melon), dan som-o (jeruk Bali).
Rombongan KKL STIESA sejumlah 97 Orang, begitu sampai dilokasi sekitar pukul 12.30 waktu setempat disambut dengan welcome drink es kelapa muda yang menyegarkan setelah sebelumnya menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota Bangkok.
Selanjutnya, rombongan diajak berkeliling kebun Buah dengan menggunakan mobil khusus yang disediakan pihak pengelola. Tidak hanya melihat lihat saja, rombongan kemudian tiba di suatu spot dimana seluruh Buah buahan yg ada di suphattraland ini disajikan oleh pengelola kepada kami untuk dimakan sepuasnya (all you can eat).
Bila sepintas dilihat dari sisi kesuburan ranah, daerah Rayong ini merupakan wilayah yang mendekati Pantai dengan komposisi ranah lempung yang lempung, namun buah yang dihasilkan lebih berkualitas dari pada yang ada di Subang atau di Indonesia padahal tanah di Subang, tanahnya lebih subur. Pengelola mengungkapkan bahwa semua bibit buah yang ditanam oleh Suphattraland adalah bibit hasil riset dari pihak kerajaan Thailand yang kemudian diberikan kepada rakyat dengan skim subsidi dibidang pertanian. Ternyata komitmen dan upaya serius dari kerajaan inilah yang menjadi rahasia pembedanya.